Kondisi kegemaran membaca siswa saat ini berada pada tingkat yang cukup memprihatinkan dan telah menjadi salah satu permasalahan besar dalam dunia pendidikan kita. Secara garis besar, rendahnya minat baca ini dipicu oleh gempuran arus digitalisasi yang tidak diimbangi dengan literasi digital yang baik, siswa hari ini jauh lebih akrab dengan konten audio-visual instan di media sosial daripada buku bacaan yang memiliki cakupan informasi yang lebih mendalam. Dampak makronya, fenomena ini melahirkan kesenjangan literasi (literacy gap) yang nyata, di mana kemampuan analisis, daya berpikir kritis, dan tingkat pemahaman membaca siswa Indonesia tertinggal jauh jika dibandingkan dengan standar global. UNESCO (seperti dikutip dalam Nina et al., 2024) menyatakan bahwa, minat baca masyarakat Indonesia sangat memprihatinkan yakni hanya 0,001%. Hal ini dapat diartikan dari 1.000 orang Indonesia, cuma 1 orang yang rajin membaca. Selain itu Riset berbeda tentang World’s Most Literate Nations Ranked yang dilakukan oleh Central Connecticut State Univesity pada tahun 2016 lalu, Indonesia dinyatakan menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara soal minat membaca.
Mengerucut pada situasi di SMP Negeri 1 Selogiri, permasalahan mengenai kegemaran membaca terlihat jelas dari kegiatan siswa sehari-hari pada saat berada di lingkungan sekolah maupun di dalam kelas diantaranya:
- Rendahnya minat baca. Hal ini dipertegas oleh hasil survei internal sekolah yang menunjukkan bahwa hanya sekitar 40% siswa saja yang senang membaca buku bacaan yang tersedia di sekolah.
- Minimnya daya berpikir kritis. Hal ini terlihat dari pasifnya proses belajar. Menurut data kami, sebanyak 30,07% siswa yang mampu untuk menjawab soal-soal dengan kritis.
- Terbatasnya daya ingat siswa akan materi yang sebelumnya juga menjadi salah satu pemicu permasalahan. Menurut survey yang telah dilakukan, hanya sebanyak 34,44% siswa yang mampu menjelaskan ulang materi-materi pelajaran yang telah diajarkan.
Merujuk pada berbagai data tersebut, SMP Negeri 1 Selogiri membuat terobosan inovasi terbaru bertajuk literasi yaitu KOTAK MASA (Komik Tanamkan Kebiasaan Membaca Siswa). Hal ini bertujuan untuk membantu murid di SMP Negeri 1 Selogiri menumbuhkan minat baca, berpikir kritis, serta penyimpanan informasi yang lebih baik.